Salam Kebebasan

September 22, 2007

Kenapa Ambil Jurusan Teknik Sipil?

Diarsipkan di bawah: Sharing — buletinfoss @ 4:51 am

Terkenang ketika masih duduk di bangku SMA, di sana kuperoleh dasar-dasar ilmu ke-komputer-an dan banyak hal yang berbau teknologi informasi. Saat ditanya oleh teman-teman, “Kamu mau melanjutkan kuliah di mana? Pasti di Jurusan Ilmu Komputer, kan?”. Ya! itulah obsesiku, menjadi seorang Sarjana Ilmu Komputer. Karena memang sejak kelas X, aku telah terdidik matang di salah satu ekstrakulikuler komputer, yang mana para anggotanya terbatas beberapa gelintir orang saja dan telah masuk seleksi. Pengalaman tentang Olimpiade Komputerku, walaupun hanya sampai tingkat propinsi, sudah sangat memacu motivasiku untuk mengasah lebih dalam saat aku kuliah nanti.

Tapi beberapa situasi berpendapat lain. Orang tuaku menginginkanku untuk menjadi Insinyur Bangunan atau sekarang namanya Sarjana Teknik Sipil. Anjuran kedua yaitu mengambil jurusan Sastra Inggris. Ditambah lagi, setelah lulus SMA dan melihat pendaftaran SPMB, ternyata banyak juga yang memilih jurusan Ilmu Komputer dan yang sejenisnya. Bahkan tingkat minatnya hampir di bawah Jurusan Kedokteran. Beberapa diantaranya dari kalangan siswa berprestasi. Karena kupikir banyak saingan, dan orang tua menginginkan hal yang lain, maka kuputuskan untuk mengambil Jurusan Sipil dan yang kedua adalah Industri. Yah, itung-itung meneruskan karir Ayah di dunia kontraktor dan penanganan perusahaan. Lagipula sedikit-sedikit aku ngerti pekerjaan yang akan aku lakukan kalau sudah bekerja. Kadangkala Ayah memberikanku tugas untuk membuatkan RAB Pembuatan Bagunan A, Pembuatan Jalan B, dan proyek-proyek sipil lainnya.

Ilmu ke-komputer-an sudah mengglobal dan merasuk ke dalam berbagai bidang. Hampir setiap jurusan pasti mempunyai mata kuliah komputer. Jadi, meskipun aku di Jurusan Teknik Sipil atau Industri, pasti deh tidak akan jauh dari benda ajaib yang dinamakan komputer ini.

Review E-Lifestyle
Oh iya, sekedar tambahan, pernah kulihat tayangan E-Lifestyle di MetroTV yang pada waktu itu membahas mengenai pendidikan IT Indonesia. Berikut ini kurang lebih reviewnya, tidak sama persis dan mungkin ada beberapa kesalahan (mohon dikoreksi).

Di sana hadir seorang praktisi IT (A) lulusan Teknik Industri yang bekerja membuat program dalam skala perusahaan. Dan yang kedua adalah seorang pakar IT (B) dan penulis buku komputer yang berasal dari ITB jurusan TI. Beberapa masalah diutarakan di sana. Pertama, dari banyaknya jurusan TI di tiap universitas, semisal Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Infomasi, dan lain sebagainya, apa yang membedakan? Si B menjawab tidak terlalu jauh bedanya, baik di tiap jurusan itu sama-sama belajar komputer dan programming. Universitas seperti berjualan. Ini hanya untuk meningkatkan pasar mereka.

Masalah yang kedua, apakah pendidikan IT di Indonesia telah memberikan kontribusi yang baik bagi industri software Indonesia? Si A menjawab belum! Beliau berpendapat telah terjadi gap (jarak) yang cukup jauh antara industri / perusahaan software dengan para lulusan Teknik Informatika. Lantas, bagaimana cara menyelaraskan kemampuan para alumni IT dengan permintaan industri? Mereka harus mengambil studi khusus beberapa minggu / bulan, baru kemudian bisa terjun ke dunia industrinya.

Ini bukannya sama saja dengan alumni jurusan lain, atau bahkan yang tidak kuliah. Toh mereka akan mengambil studi khusus itu untuk terjun langsung ke dunia industri software. Bisa jadi ya, banyak dari mereka yang belajar komputer secara otodidak, kemampuan atau karirnya lebih baik dari yang belajar lewat universitas. Banyak juga yang dengan kursus beberapa minggu saja, kemampuannya tidak terlalu jauh dengan yang belajar beberapa tahun di universitas.

Jadi, apa yang perlu dibenahi. Si B menjawab dikarenakan terlalu banyak textbook dari pada ketrampilan. Artinya terlalu banyak teori yang membebani mereka para mahasiswa ketimbang segi prakteknya. Memang beberapa universitas ternama sudah baik, tapi ini seharusnya diikuti oleh beberapa universitas lainnya.

Aku Kuliah di Mana?

Diarsipkan di bawah: Sharing — buletinfoss @ 4:51 am

Setelah lulus SMA, ngapain? Kucoba menguji kemampuanku tuk masuk Perguruan Tinggi Negeri lewat SPMB. Di sana ku bertarung melawan soal-soal ganas yang menyebalkan. Kunanti kedatangan pengumuman itu dengan rasa khawatir. Walhasil, setalah kurang lebih 1 bulan lamanya, pengumunan kegagalan yang kuterima.

Kecewa, sedih, pasrah kurasakan. Betapa sangat menyakitkan, teman-teman lainnya banyak yang lebih dulu “sukses” ke Perguruan Tinggi Negeri. Ayah, Ibu…. Maafkan aku. Ku tak bisa membahagiakanmu untuk saat ini. Tapi kuberjanji akan terus berusaha dan bersemangat untuk meraih masa depanku.

Kemudian, Ayah menawariku untuk mencari alternatif “tempat kuliah” yang lain. Di antaranya Politeknik Negeri dan Universitas Swasta. Karena tergiur dengan kata “Negeri”, langsung kuputuskan untuk mengambil jalur D3 itu. Alasannya sederhana, kata “Negeri” biasa diartikan lebih murah daripada “Swasta”. Yang kedua, Politeknik Negeri tersebut akan lebih mematangkan keterampilan, sehingga lulusannya bisa langsung “siap pakai” di perusahaan-perusahaan ternama.

Namun, tidak semudah yang diharapkan, Ujian Masuk Politeknik Negeri pun sangat ketat. Sama halnya dengan SPMB, khawatir, panas dingin kurasakan. Seminggu kemudian, kubuka pengumuman di intenet. Alhamdulillah…!, segera kucetak halaman itu dan kutunjukkan kepada Orang Tuaku. Mereka sangat senang aku lulus Ujian Masuk Politeknik Negeri. Beberapa teman pun sempat menghubungiku untuk memberi selamat atas kelulusanku.

Memang tidak seberapa. Itu hanyalah Politeknik, tidak lebih bagus dari Universitas Negeri. Namun banyak juga kok beberapa temanku yang musti menganggur paling tidak 1 tahun, karena tidak bisa melanjutkan studinya. Mereka pun tidak patah semangat. Mereka akan berusaha lebih keras lagi untuk menghadapi ujian tahun depan. Sebagian ada yang mengisi waktu nganggurnya itu dengan mengambil program 1 tahun siap kerja (D1), ada pula yang mengambil bimbingan belajar 1 tahun khusus SPMB (agak aneh memang).

Tapi, itulah kehidupan. Kadang hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan yang kita kerjakan. Namun yang pasti dan harus dipahami bahwa kesuksesan dan kebahagiaan kita bukan dari yang kita dapatkan, tetapi dari yang kita usahakan. Belajarlah menikmati proses (bukan hasil), belajarlah menyikapi setiap masalah apapun dengan bijaksana. Karena itulah yang membuat kita semakin optimis dalam hidup.

Kemajuan Indonesia di bidang komunikasi

Diarsipkan di bawah: Anekdot — buletinfoss @ 4:50 am

Tiga negara, yaitu Amerika, Inggris, dan Indonesia berlomba-lomba menentukan siapa diantara mereka yang lebih dulu menggunakan teknologi canggih dengan meneliti keadaan tanah negaranya masing-masing untuk melihat siapa yang terhebat di masa yang lalu. Disepakati penelitian dimulai dari Amerika trus Inggris & terakhir Indonesia.

Di Amerika, stl penggalian sudah mencapai 1000 meter maka ditemukan kabel tembaga, maka Team Amerika dengan banggannya menyimpulkan bahwa 1500 tahun yang lalu telah dibangun jalur telepon dengan memakai tembaga di Amerika.

Di Inggris, setelah penggalian sudah mencapai kedalaman 1000 m tidak ditemukan kabel tembaga, tetapi setelah mencapai kedalaman 1500 m ditemukan serpihan kaca maka Team Inggris tersebut dengan bangganya menyimpulkan bahwa 2500 tahun yang lalu telah dibangun jalur komunikasi dengan memakai Fiber Optik di Inggris

Dan terakhir di Indonesia, setelah penggalian sudah mencapai kedalaman 500 m dan 1000 m sampai seterusnya tidak ditemukan apa-apa, lalu dgn sangat bangganya, maka Team Indonesia menyimpulkan bahwa 5000 tahun yang lalu komunikasi di sini telah menggunakan wireles.

Lihat Sumber …

Buka Casing Komputer Bikin Pemuda Tewas

Diarsipkan di bawah: Aktual — buletinfoss @ 4:50 am

Shanghai – Peristiwa ini terjadi kepada seorang pria muda Cina berumur 20 tahun yang diidentifikasi bernama Wu. Awal mulanya Wu yang tidak mengenakan baju dan dalam keadaan berkeringat membuka casing komputernya.

Peristiwa tragis ini terjadi setelah Wu membuka casing komputernya untuk mencegah overheat atau panas yang berlebihan. Dia tidak menghidupkan pendingin ruangan sehingga ia telanjang dada karena kepanasan. Badannya pun bercucuran keringat. Entah bagaimana, kakinya yang berkeringat menyentuh bagian dalam komputer. Akibatnya, Wu pun menemui ajal karena tersetrum listrik bertegangan 380 volt yang berasal dari power supply komputernya.

Jadi jangan Anda lupakan bahwa seluruh peralatan elektronik mengandung listrik sehingga ikuti secara seksama petunjuk penggunaannya. Berdasarkan cerita ini, sudah jelas bahwa sebaiknya jangan menyentuh komputer ketika tubuh kita dalam keadaan basah. ( fyk / amz )

Baca Selengkapnya …

ABG 14 Tahun, Sarjana Komputer Termuda di Dunia

Diarsipkan di bawah: Aktual — buletinfoss @ 4:49 am

Jakarta – Untuk ukuran anak berumur 14 tahun, biasanya baru menjadi ABG (anak baru gede) yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan bergaul. Tapi anggapan itu sepertinya tidak mutlak harus diikuti oleh ABG asal India, Shailendra Verma.

Sebab dengan kisaran umur yang masih ABG, Shailendra sudah bergelar sarjana komputer. Alhasil, ia pun disebut-sebut sebagai sarjana komputer termuda di negerinya dan bahkan di dunia.

Belum lama mencicipi gelar S1 (strata satu), anak seorang buruh ini sudah mengambil ancang-ancang untuk meneruskan pendidikan master dengan mengambil aplikasi komputer di IGNOU. Alasannya, Shailendra ingin berkarir sebagai software development. “Namun, hal itu masih terlalu dini,” ujarnya.

Baca Selengkapnya …

Gimpshop, pakai Gimp cara photoshop

Diarsipkan di bawah: Aktual — buletinfoss @ 4:48 am

Gimpshop http://plasticbugs.com/?page_id=294 adalah aplikasi Gimp yang mengalami modifikasi pada menu dan layoutnya sehingga menyerupai aplikasi standar manipulasi citra, Photoshop. Ini akan membuat pengguna photoshop mudah beradaptasi Gimp untuk mengekploitasi kemampuannya.

Baca Selengkapnya …

Agustus 20, 2007

Software untuk memperbaiki dan menghapus bad sector!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — buletinfoss @ 4:23 am

Kalau nggak salah baca (pake’ bahasa inggris sih), software ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan menghapus bad sector yang ada dalam hardisk (melalui startup disk), namun saya sendiri belum mencobanya.
Kalau sudah download dan meng-ekstrak filenya dari zip. Klik dua kali file .exe, nanti akan ada perintah untuk memasukkan disket, nah dengan disket inilah program tersebut dijalankan. KLIK DISINI untuk mendownload software HDD Regenerator
ATAU
Software lainnya yang bisa untuk memperbaiki hardisk yang kena bad sector:
FloboHDD Silahkan download (Rapidshare)
Sumber: Rapidinfo

Agustus 7, 2007

Distro Review : Xubuntu 7.04

Diarsipkan di bawah: Linux — buletinfoss @ 6:57 am

Profil
Xubuntu masih termasuk keluarga Ubuntu yang rilis baru setiap 6 bulan sekali. Bila ketiga versi Ubuntu yang lain idealnya menggunakan RAM 512, maka Xubuntu khusus dapat digunakan d komputer lama dengan RAM 128. Mirip seperti Zencafe, menggunakan window manager XFCE, namun lebih cantik dan pengaturannya lebih lengkap.

Proses Instalasi dan Pengaturan
Cukup mudah, lebih baik gunakan pengaturan instalasi bahasa indonesia, sehingga lebih familiar. Salah satu keunggulannya adalah bisa install / uninstall manual program yang ada di CD-nya, sehingga kita bisa membuang aplikasi yang tidak berguna dan menginstall aplikasi yang sesuai kebutuhan.

Aplikasi-aplikasi
Harian : OpenOffice Writer, Abiword, Gnumeric, Mousepad, Xfburn, Xarciver, Calculator
Grafis Multimedia : Gimp, Gxine (ogg player), Ksnapshot
Networking : Firefox, Gaim, Thunderbirds
Game : -

Kelebihan
Dukungan hardware sangat banyak
Selalu dikembangkan secara berkala, bahkan hingga tahun 2011
Banyak dokumentasi dan bantuan di internet
Dapat langsung mengakses flashdisk dan usb lainnya (auto mounting)

Kelemahan
Sulit masuk sebagai root
Tidak ada GUI aplikasi pemrograman
Install Uninstall software terbatas hanya yang ada pada CD Xubuntu
Tidak bisa memainkan file mp3, wmv
Hanya support pada file multimedia ogg

Distro Review : Zencafe 1.0

Diarsipkan di bawah: Linux — buletinfoss @ 6:56 am

Profil
Zencafe adalah distro lokal buatan orang Indonesia yang dimodifikasi dari distro Zenwalk. Tidak jauh berbeda dengan “orang tuanya”, Zencafe dianjurkan untuk digunakan di komputer kelas bawah. Idealnya Pentium II dengan RAM 128. Menggunakan window manager XFCE, hampir mirip Gnome, hanya saja lebih ringan dan kurang begitu canggih.

Proses Instalasi dan Pengaturan
Proses instalasinya agak sulit, tapi tidak terlalu sulit bagi pemula, asalkan tahu artinya (soalnya pake bahasa inggris). Namun disarankan untuk membackup data-data penting terlebih dahulu, karena dalam proses instalasinya, agak membingungkan untuk mengatur partisi. Jadi sebaiknya gunakan seluruh hardisk untuk menginstallnya. Setelah terinstall, akan ada beberapa konfigurasi network. Bagi pengguna rumahan, tinggal OK atau lewatkan saja.

Secara umum pengaturan GUI-nya sangatlah mudah dan simpel. Karena menggunakan XFCE, jadi konfigurasinya terbatas dan apa adanya. Namun berbagai macam “theme” ada di sini, mulai dari Windows Classic, sampai Mac OS.

Aplikasi-aplikasi
Penggunaan harian : Paket OpenOffice, Galculator, Xarchiver, Evince, Mousepad.
Aplikasi Grafis dan Multimedia : Gimp, Mplayer (mp3 player)
Network : Firefox, Thunderbirds, Gaim
Game: -

Kelebihan
Banyak dipakai di warnet-warnet

Kelemahan
Tidak ada GUI untuk install program secara manual, harus lewat internet.
Tidak ada GUI aplikasi pemorgraman.
Sulit mendeteksi cdrom.

Tips trik
Zencafe bisa mendeteksi langsung flashdisk, walau harus buka folder /mnt/usb
Zencafe membaca hardisk sebagai /dev/sda (biasanya untuk usb flashdisk). Padahal seharusnya /dev/hda atau /dev/hdb
Sulit untuk penggunaan hardisk lebih dari satu.

Planning Situs Curhat SMANX Tegal

Diarsipkan di bawah: Sharing — buletinfoss @ 6:55 am

Pengiiin sekali situs IrmuXX.Org diaktifkan lagi. Situs yang berisi arikel dakwah dan informasi islam terkini. Kira-kira 2 tahun yang lalu situs ini dibangun sendirian oleh Mr.S. Kemudian dilanjutkan oleh angkatan kami. Namun sekarang sudah tidak bernyawa lagi. Pastinya sudah bisa ditebak kendala yang kami hadapi, yaitu masalah DANA.

Sebenarnya membangun situs bukan hanya masalah dana. Menurut Mas Romi Satria Wahono (pendiri IlmuKomputer.Com) :

Membangun Website memang mudah. Tapi mengelolanya jauh lebih sulit.

Terkadang seorang administrator kehabisan ide untuk membuat isi yang menarik. Masalahnya adalah sangat tidak cukup 1 (orang) administrator bisa mengelola semuanya, baik teknis maupun ide kreatif. Jadi diperlukan team untuk membangun sebuah situs.

Saya punya rencana membuat situs yang berisi tidak hanya yang berbau Islami saja, tetapi juga tentang kegiatan aktivis, informasi sekolah dan perkuliahan. Tentunya menyangkut siswa SMAN X Tegal dan para Alumninya. Ada seorang calon yang dapat dijadikan team administrators situs ini. Dia itu orangnya aktif memberikan komentar dan kritik pedas terhadap bekas sekolahnya itu melalui website. Namanya DhaflyXX.

Pernah suatu ketika dia menawarkan kerjasama untuk membangkitkan lagi Website IrmuXX.org. Tapi waktu itu saya belum matang benar soal membuat website. Dan mungkin sekarang saatnya, walaupun belum yakin benar, tapi paling tidak nanti saya bisa dibantu sama operator penyedia hosting websitenya.

Rencananya, di dalam situs ini nantinya terdapat forum untuk curhat unek-unek masalah pribadi maupun berita yang sedang hot di kalangan akdemisi. Jadi, kalo saya perjelas lagi : Situs ini menggunakan CMS Drupal, yang secara umum seperti Blog WordPress, namun ada kelebihan fasilitas seperti login anggota, forum, pemasangan iklan sponsor (kalau mau), dan masih banyak lagi.

Bicara tentang dana, secara mentah rencananya nanti menggunakan webhosting dari MasterWebNet.com.
1. Biaya domain (nama situsnya) 29.500
2. Biaya Hositng (paket 25 MB + bonus 75 MB), minimal 3 bulan @ 17.500 = 52.500
3. Pajak 10% dari total, kira-kira 8.000

Jadi semuanya dibulatkan 90.000.

Biaya di atas bisa dikurangi, kalo-kalo pembuatan domain .id saya berhasil dibuat. Saya sedang membuat domain (nama situs) .id pribadi untuk diri saya. Namanya rumah-belajar.web.id. Nama ini bisa dirubah sesuai kesepakatan. Artinya saya bersedia mendanai untuk domain situs. Sedangkan sisanya (kira-kira 60.000) nanti bisa urunan.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.